Sejak zaman dahulu Fisioterapi
adalah pengobatan tua yang dilakukan pada Zaman Yunani Kuno di era Hippocrates.
Bapak Kedokteran Hipokrates yang kemudian dilanjutkan oleh Galenus diyakini
sebagai orang pertama yang melakukan praktek fisioterapi dengan teknik pijat
(massage), teknik manual, dan hidroterapi untuk mengobati pasien pada tahun 460
SM. Setelah adanya pengembangan pediatric pada abad ke-18, alat-alat mesin
seperti gimnasticon dikembangkan untuk terapi encok dan keluhan sejenis lainnya
pemberian latihan secara teratur pada sendi-sendi yang mengalami gangguan.
Gb. Hypocrates
Fisioterapi telah lahir di Eropa
sejak abad 18 dan lahir di Belanda pada tahun 1887, di Amerika pada tahun 1917.
Dokumen asli yang pertama ditemukan tentang praktik fisioterapi secara
professional adalah yang dibuat oleh Per Henrik Ling, “Bapak Gimnastik Swedia”,
yang mendirikan RCIG (RoyalCentral Institut of Gimnastik) pada tahun 1813 untuk
terapi massage (pijat), manipulasi danexercise (latihan). Panggilan yang
digunakan orang Swedia untuk fisioterapis pada saat itu adalah “sjukgymnast” =
“sick-gymnast”. Pada tahun 1887 fisioterapi memperoleh pengakuan secara resmi
(official registration) oleh Sweden’s National Board of Health and Welfare.
Setelah itu negara lainnya menyusul. Pada tahun1894 empat orang perawat di
Britania Raya membentuk Chartered Society of Physioterapy. Lalu
disusul pemebentukan pendidikan fisioterapi di Universitas Otago New Zealand
pada tahun1913, dan United State Reed College di Portland, Oregon pada tahun
1914 dengan lulusan sebagai “reconstruction aides” (asisten rehab).
Epidemi polio dari tahun 1920-an adalah tonggak titik balik
untuk profesi fisioterapi. Suster Kinney, dari Mayo Clinic ditugaskan untuk
bekerja dengan para korban polio. Penelitian pertama Fisioterapi di
publikasikan pada Maret 1921 dalam PT (Physiotherapy) review sehingga
membantu tersebarnya ilmu fisioterapi. Pada tahun yang sama Mary McMillan
membentuk Physical Therapy association (sekarang disebut American
Physical Therapy Association atau disingkat APTA) di tahun 1924, Georgia
Warm Springs Foundation mempromosikan fisioterapi sebagai perawatan
terhadap penyakit polio. Perawatan sampai tahun 1940 terutama semata terdiri
dari latihan, pijatan, dan traksi. Setelah wabah polio mereda dengan pengobatan fisioterapi
yang terdiri dari olahraga, pijat dan traksi, prosedur manipulatif pada
tulang belakang dan sendi ekstremitas mulai untuk dipraktekkan, terutama di
negara-negara persemakmuran Inggris pada awal tahun 1950-an.
Pada tahun 1951, WCPT (World Confederation for
Physical Therapy) dibentuk oleh 11 negara anggota yaitu Australia, Canada, Denmark, Finland, Great Britain,
New Zealand, Norway, South Africa, West Germany, Sweden and the United States
of America. Pada dekade
berikutnya, fisioterapis memulai bergerak ke praktik diluar rumah sakit dan
pada rawat jalan klinik bedah tulang, sekolah negeri, universitas, pengaturan
berkenaan dengan geriatri (fasilitas keterampilan merawat), pusat rehabilitasi,
rumah sakit,dan pusat medis.
Spesialisasi untuk fisioterapi di US terjadi tahun
1974, pada bidang Orthopedic dari APTA untuk fisioterapis yang mengkhususkan
spesialisasi di Orthopedic. Di tahun yang sama, International Federation of
Orthopedic Manipulative Therapy dibentuk, yang telah memainkan suatu peran
penting di dalam mempercepat therapy manual yang diseluruh dunia yang pernah
ada. Fisioterapi berkembang karena organisasi profesi dunia dan di
masing-masing Negara. Sampai saat ini fisioterapi terbagi ke beberapa bidang
spesialis karena ilmunya yang luas spesialisasi itu meliput cardiopulmonary, geriatric, neurogical, ortopedik,
pediatric, dan integrument. Pada tahun 2001 anggota WCPT sudah mencapai
106 organisasi member dan lebih dari 350.000 anggota.
Gb. Logo (World Confederation for Physical
Therapy) WCPT
Arti Fisioterapi diseluruh dunia sangan beraneka ragam,
tiap negara mencoba menggali jati diri profesi Fisioterapi menurut pemahaman
masing-masing, sementara definisi fisioterapi konvensional yang masih
menganggap ilmu dan seni pengobatan dengan memakai sumber fisis sudah tidak
relevan lagi. Istilah Fisioterapi merupakan istilah asing yang telah di
Indonesiakan bukan diterjemahkan aslinya dari kata
- Physical Therapy (negara - negara Amerika),
- Fisioterapi ( Indonesia),
- Physiotherapy (negara Eropa),
- Fysiotherapie ( Belanda )
istilah-istilah yang pada hakekatnya sama mempunyai
nilai nilai, konsep, paradigma, yang bersifat universal. Untuk menjaga kesamaan
tersebut, Indonesia tidak menterjemahkan istilah tersebut menjadi terapi fisik,
bahkan di Malaysia yang tadinya disebut " Juru Pulih Anggota" telah
kembali kepada istilah Physiotherapy, demikian pula orang yang telah
berhak menjalankan pekerjaan Fisioterapi disebut Fisioteapis, Physioterapist,
Physical Therapist, Fysioterapuet.
Profesi fisioterapi telah berkembang demikian pesat di
dunia, bahkan Fisioterapi merupakan salah satu dari 10 besar profesi yang
berkembang di Amerika dalam dekade ini, setelah para pakar Fisioterapi dunia
menggali jati diri ini menjadi konsep Fisioterapi baik apa itu Fisioterapi ,
apa itu fisioterapis, bagaimana pola pelayanannya, pola pendidikan serta
bagaimana otonomi Fisioterapi sebagai suatu profesi. Karena perkembangan yang begitu
cepat tersebut baik dalam perkembangan pelayanan umum dalam keilmuan serta
perkembangan tuntutan masyarakat, ekonomi dan efisiensi dan lain sebagainya,
setiap mencoba mencari jati diri yang tepat memungkinkan untuk berkembang
sesuai dengan kaidah kaidah jari diri profesi fisioterapi.
Indonesia dalam kongres nasional Ikatan Fisioterapi
Indonesia VI di Solo tahun 1992 menyepakati suatu paradigma baru Fisioterapi
yang dibangun dari falsafah-falsafah yang diyakini kebenarannya. Beberapa pakar
dunia mencoba membuat definisi profesi fisioterapi yang pendekatan sisitematis
baik menurut teori kajian falsafat ilmu maupun melihat dari perkembangan
tuntutan dan kebutuhan masyarakat masing masing negara.
Keanekaragaman penggambaran fisioterapi ini merupakan
isu yang mengemuka dalam kongres/general assemblu WCPT XII tahun 1991 di London
yang kemudian membuat kelompok kerja untuk menyusun Draft Description of
Physical Therapy. Demikian pula negara - negara lain, masing masing mencoba
merumuskan definisi Fisioterapi se dunia ( World Confederation for Physical
Therapy) XII di Washington DC Juni 1995 memutuskan jati diri Fisioterapi yang
berlaku di seluruh dunia. Bahkan keputusan-keputusan tersebut disertai suatu
deklarasi yang berisikan pronsip-prinsip fisioterapi serta pernyataan posisi (Declaration
of Principle and Position Statement) yang memungkinkan fisioterapi
berkembang secara cepat di seluruh Dunia.



