Rabu, 20 Maret 2019

Sejarah Fisioterapi Dunia





Sejak zaman dahulu Fisioterapi adalah pengobatan tua yang dilakukan pada Zaman Yunani Kuno di era Hippocrates. Bapak Kedokteran Hipokrates yang kemudian dilanjutkan oleh Galenus diyakini sebagai orang pertama yang melakukan praktek fisioterapi dengan teknik pijat (massage), teknik manual, dan hidroterapi untuk mengobati pasien pada tahun 460 SM. Setelah adanya pengembangan pediatric pada abad ke-18, alat-alat mesin seperti gimnasticon dikembangkan untuk terapi encok dan keluhan sejenis lainnya pemberian latihan secara teratur pada sendi-sendi yang mengalami gangguan.




Gb. Hypocrates
Fisioterapi telah lahir di Eropa sejak abad 18 dan lahir di Belanda pada tahun 1887, di Amerika pada tahun 1917. Dokumen asli yang pertama ditemukan tentang praktik fisioterapi secara professional adalah yang dibuat oleh Per Henrik Ling, “Bapak Gimnastik Swedia”, yang mendirikan RCIG (RoyalCentral Institut of Gimnastik) pada tahun 1813 untuk terapi massage (pijat), manipulasi danexercise (latihan). Panggilan yang digunakan orang Swedia untuk fisioterapis pada saat itu adalah “sjukgymnast” = “sick-gymnast”. Pada tahun 1887 fisioterapi memperoleh pengakuan secara resmi (official registration) oleh Sweden’s National Board of Health and Welfare. Setelah itu negara lainnya menyusul. Pada tahun1894 empat orang perawat di Britania Raya membentuk Chartered Society of  Physioterapy. Lalu disusul pemebentukan pendidikan fisioterapi di Universitas Otago New Zealand pada tahun1913, dan United State Reed College di Portland, Oregon pada tahun 1914 dengan lulusan sebagai “reconstruction aides” (asisten rehab).
Epidemi polio dari tahun 1920-an adalah tonggak titik balik untuk profesi fisioterapi. Suster Kinney, dari Mayo Clinic ditugaskan untuk bekerja dengan para korban polio. Penelitian pertama Fisioterapi di publikasikan pada Maret 1921 dalam PT (Physiotherapy) review sehingga membantu tersebarnya ilmu fisioterapi. Pada tahun yang sama Mary McMillan membentuk Physical Therapy association (sekarang disebut American Physical Therapy Association atau disingkat APTA) di tahun 1924, Georgia Warm Springs Foundation mempromosikan fisioterapi sebagai perawatan terhadap penyakit polio. Perawatan sampai tahun 1940 terutama semata terdiri dari latihan, pijatan, dan traksi. Setelah wabah polio mereda dengan pengobatan fisioterapi yang terdiri dari olahraga, pijat dan traksi, prosedur manipulatif pada tulang belakang dan sendi ekstremitas mulai untuk dipraktekkan, terutama di negara-negara persemakmuran Inggris pada awal tahun 1950-an.
Pada tahun 1951, WCPT (World Confederation for Physical Therapy) dibentuk oleh 11 negara anggota yaitu Australia, Canada, Denmark, Finland, Great Britain, New Zealand, Norway, South Africa, West Germany, Sweden and the United States of America. Pada dekade berikutnya, fisioterapis memulai bergerak ke praktik diluar rumah sakit dan pada rawat jalan klinik bedah tulang, sekolah negeri, universitas, pengaturan berkenaan dengan geriatri (fasilitas keterampilan merawat), pusat rehabilitasi, rumah sakit,dan pusat medis.

Spesialisasi untuk fisioterapi di US terjadi tahun 1974, pada bidang Orthopedic dari APTA untuk fisioterapis yang mengkhususkan spesialisasi di Orthopedic. Di tahun yang sama, International Federation of Orthopedic Manipulative Therapy dibentuk, yang telah memainkan suatu peran penting di dalam mempercepat therapy manual yang diseluruh dunia yang pernah ada. Fisioterapi berkembang karena organisasi profesi dunia dan di masing-masing Negara. Sampai saat ini fisioterapi terbagi ke beberapa bidang spesialis karena ilmunya yang luas spesialisasi itu meliput cardiopulmonary, geriatric, neurogical, ortopedik, pediatric, dan integrument. Pada tahun 2001 anggota WCPT sudah mencapai 106 organisasi member dan lebih dari 350.000 anggota.


Gb. Logo (World Confederation for Physical Therapy) WCPT

Arti Fisioterapi diseluruh dunia sangan beraneka ragam, tiap negara mencoba menggali jati diri profesi Fisioterapi menurut pemahaman masing-masing, sementara definisi fisioterapi konvensional yang masih menganggap ilmu dan seni pengobatan dengan memakai sumber fisis sudah tidak relevan lagi. Istilah Fisioterapi merupakan istilah asing yang telah di Indonesiakan bukan diterjemahkan aslinya dari kata


  •   Physical Therapy (negara - negara Amerika),
  •  Fisioterapi ( Indonesia), 
  • Physiotherapy (negara Eropa),
  • Fysiotherapie ( Belanda )
istilah-istilah yang pada hakekatnya sama mempunyai nilai nilai, konsep, paradigma, yang bersifat universal. Untuk menjaga kesamaan tersebut, Indonesia tidak menterjemahkan istilah tersebut menjadi terapi fisik, bahkan di Malaysia yang tadinya disebut " Juru Pulih Anggota" telah kembali kepada istilah Physiotherapy, demikian pula orang yang telah berhak menjalankan pekerjaan Fisioterapi disebut Fisioteapis, Physioterapist, Physical Therapist, Fysioterapuet.
Profesi fisioterapi telah berkembang demikian pesat di dunia, bahkan Fisioterapi merupakan salah satu dari 10 besar profesi yang berkembang di Amerika dalam dekade ini, setelah para pakar Fisioterapi dunia menggali jati diri ini menjadi konsep Fisioterapi baik apa itu Fisioterapi , apa itu fisioterapis, bagaimana pola pelayanannya, pola pendidikan serta bagaimana otonomi Fisioterapi sebagai suatu profesi. Karena perkembangan yang begitu cepat tersebut baik dalam perkembangan pelayanan umum dalam keilmuan serta perkembangan tuntutan masyarakat, ekonomi dan efisiensi dan lain sebagainya, setiap mencoba mencari jati diri yang tepat memungkinkan untuk berkembang sesuai dengan kaidah kaidah jari diri profesi fisioterapi.
Indonesia dalam kongres nasional Ikatan Fisioterapi Indonesia VI di Solo tahun 1992 menyepakati suatu paradigma baru Fisioterapi yang dibangun dari falsafah-falsafah yang diyakini kebenarannya. Beberapa pakar dunia mencoba membuat definisi profesi fisioterapi yang pendekatan sisitematis baik menurut teori kajian falsafat ilmu maupun melihat dari perkembangan tuntutan dan kebutuhan masyarakat masing masing negara.
Keanekaragaman penggambaran fisioterapi ini merupakan isu yang mengemuka dalam kongres/general assemblu WCPT XII tahun 1991 di London yang kemudian membuat kelompok kerja untuk menyusun Draft Description of Physical Therapy. Demikian pula negara - negara lain, masing masing mencoba merumuskan definisi Fisioterapi se dunia ( World Confederation for Physical Therapy) XII di Washington DC Juni 1995 memutuskan jati diri Fisioterapi yang berlaku di seluruh dunia. Bahkan keputusan-keputusan tersebut disertai suatu deklarasi yang berisikan pronsip-prinsip fisioterapi serta pernyataan posisi (Declaration of Principle and Position Statement) yang memungkinkan fisioterapi berkembang secara cepat di seluruh Dunia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar